Walau tidak ada inovasi besar-besaran karena dibuat semirip mungkin dengan yang dibuat Carpenter 30 tahun lalu, namun hal itulah yang disukai. Atmosfer dingin menusuk tulang, scoring mencekam khas versi aslinya berpadu padan dengan konflik krisis kepercayaan yang menghingapi karakternya membuat kita tidak pernah bisa menebak mana-mana saja manusia yang sudah terinfeksi alien imitator ganas kali. Hebatnya wujud para makhluk alien mengerikan kali ini dihadirkan dengan sangat luwes dan tambah lebih meyakinkan melalui dukungan teknologi canggih CGI saat ini, yang meningalkan efek dari robot animatorik mengerikan pada versi ’82 nya. Bahkan seorang Mary Elizabeth Winstead pun mampu tampil cukup bagus untuk menggantikan tugas Kurt Russel sebagai heroin berotak encer. Walau tak ada yang baru di prekuel THE THING ini, hanya awal dan akhir yang kemudian membedakannya, sisanya hampir semuanya merupakan imitasi sempurna dari versi aslinya. Namun setidaknya sutradara asal Belanda, Matthijs van Heijningen Jr. juga cukup kreatif, tidak ikut-ikut latah mendaur ulang mentah-mentah film aslinya dan sang penulis naskah, Eric Heisserer tidak begitu bodoh untuk membuat perusakan cerita. Bisa jadi film ini akan menjemukan bagi para veteran ’82 nya yang sudah pernah merasakan segala teror mencekam seperti ini sebelumnya, tapi disisi lain ini tetap adalah tontonan sci-fi horor yang bagus buat mereka yang masih penasaran bagaimana kisah dari salah satu horor klasik terbaik ini dimulai, terlebih buat anda, penonton yang baru akan mengenal franchise THE THING. (movienthusiast.com)
Genre : Horror
Release Date : October 14, 2011
Director : Matthijs van Heijningen Jr.
Screenplay : Eric Heisserer, Ronald D. Moore
Producer : Marc Abraham, Eric Newman
Distributor : Universal Pictures
Runtime : -
Budget : US$35 million
Official Site : www.thethingmovie.net
Pemain: Mary Elizabeth Winstead, Joel Edgerton, Ulrich Thomsen, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Davetta Sherwood, Eric Christian Olsen
SINOPSIS/PLOT/CERITA:
Antartika. Benua yang masih belum terjamah. Benua ini menyimpan berjuta misteri yang masih belum bisa diungkap. Mengungkap misteri ini artinya menambah luas ilmu pengetahuan manusia tapi di sisi lain, misteri ini bisa jadi adalah awal dari kehancuran umat manusia. Kate Lloyd (Mary Elizabeth Winstead) bakal jadi saksi penemuan terbesar yang belum pernah terungkap. Pakar paleontologi ini dikirim ke Antartika karena sekelompok ilmuwan asal Norwegia yang sedang berada di sana menemukan sesuatu yang mengejutkan. Mereka menemukan pesawat luar angkasa dari luar bumi yang sepertinya mendarat darurat di sana. Selain itu, mereka juga menemukan alien yang sepertinya terkubur hidup-hidup. Tugas Kate adalah meneliti makhluk dari luar bumi ini. Sebuah eksperimen yang mereka lakukan ternyata malah membangkitkan makhluk yang sudah terkubur ribuan tahun ini. Celakanya, makhluk ini sama sekali tak bersahabat dan memangsa mereka. Yang membuatnya jauh lebih berbahaya adalah kemampuan mengubah bentuk menjadi makhluk hidup apapun termasuk menjadi peniru manusia mangsanya. Kini membedakan antara kawan dan lawan tak lagi mudah. Yang jauh lebih mengerikan adalah kalau makhluk ini bisa mencapai peradaban. (kapanlagi)
Antartika. Benua yang masih belum terjamah. Benua ini menyimpan berjuta misteri yang masih belum bisa diungkap. Mengungkap misteri ini artinya menambah luas ilmu pengetahuan manusia tapi di sisi lain, misteri ini bisa jadi adalah awal dari kehancuran umat manusia. Kate Lloyd (Mary Elizabeth Winstead) bakal jadi saksi penemuan terbesar yang belum pernah terungkap. Pakar paleontologi ini dikirim ke Antartika karena sekelompok ilmuwan asal Norwegia yang sedang berada di sana menemukan sesuatu yang mengejutkan. Mereka menemukan pesawat luar angkasa dari luar bumi yang sepertinya mendarat darurat di sana. Selain itu, mereka juga menemukan alien yang sepertinya terkubur hidup-hidup. Tugas Kate adalah meneliti makhluk dari luar bumi ini. Sebuah eksperimen yang mereka lakukan ternyata malah membangkitkan makhluk yang sudah terkubur ribuan tahun ini. Celakanya, makhluk ini sama sekali tak bersahabat dan memangsa mereka. Yang membuatnya jauh lebih berbahaya adalah kemampuan mengubah bentuk menjadi makhluk hidup apapun termasuk menjadi peniru manusia mangsanya. Kini membedakan antara kawan dan lawan tak lagi mudah. Yang jauh lebih mengerikan adalah kalau makhluk ini bisa mencapai peradaban. (kapanlagi)
Download Links:
Download Film DVD: The Thing (2011) BRRip 720p Single Link (.mkv) 550MB Info: Video: MPEG4 (H264) 1280 x 536 23,98 fps [Video], Audio: AAC 48000Hz Stereo [Audio], Duo Pilihan Teks Subtitle Indonesia + English [UTF-8]Screenshot:
CATATAN:- File film dvd berekstensi (.rmvb/.mkv/.mp4), setelah file tsb didownload Anda bisa langsung menjalankannya dengan menggunakan aplikasi video player.- Jika file terdiri dari beberapa part file berekstensi .001, .002 dstnya , maka setelah didownload semuanya, letakkan pada folder yang sama. Gunakan aplikasi FFSJ atau File Splitter and Joiner untuk menggabung file .001 dstnya. File yang dihasilkan adalah file berekstensi sebelumnya (contoh filenya: film.dvdrip.mkv.001, film.dvdrip.mkv.002, film.dvdrip.mkv.003 menjadi film.dvdrip.mkv, atau film.brrip.720p.mkv.001, film.brrip.720p.mkv.002, film.brrip.720p.mkv.003 menjadi film.brrip.720p.mkv).- Untuk file berekstensi mkv ada beberapa file yang sudah include/ tersedia didalamnya subtitle teks terjemahan bahasa Indonesia. Jika tersedia anda bisa menikmati tambahan subtitle bahasa Inggris. - Jadi tidak perlu lagi mendownload file berekstensi .srt . Agar proses download lebih cepat, gunakanlah aplikasi Internet Download Manager, karena jika download terputus, bisa diresume kembali.- Karena dikompress, file umumnya berukuran kira-kira 300-600MB dan berekstensi .mkv/rmvb/mp4/ bahkan bisa avi.- Sebaiknya menggunakan aplikasi video player seperti Media Player Classic dari Klite Codec Pack untuk memutar film tersebut. Namun jika file video setelah diputar gambarnya bermasalah, sebaiknya ganti menggunakan aplikasi VLC Media Player ... - Jika file terhapus dari file hosting server segera lapor yeah!!!.

















0 comments:
Post a Comment